Bungko News – Kabar gembira bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia! Program Tabungan Hari Tua (THT) yang dikelola oleh Taspen Life kini membuka peluang bagi PNS dan PPPK untuk memperoleh manfaat pensiun hingga Rp1 miliar.
Informasi ini disampaikan langsung dalam forum "BKN Menyapa BKD" yang digelar secara daring, menghadirkan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arief Fakrulloh bersama jajaran Taspen Life sebagai narasumber ahli.
Apa Itu Program Tabungan Hari Tua (THT)?
Tabungan Hari Tua (THT) merupakan program asuransi dwiguna yang menggabungkan manfaat hari tua dan asuransi kematian, dikelola oleh PT Taspen (Persero) melalui anak usahanya, Taspen Life. Program ini menjadi salah satu pilar penting perlindungan sosial bagi aparatur negara, sejak awal masa kerja hingga berakhirnya status kepegawaian.
THT diatur pertama kali melalui PP No. 25 Tahun 1981 dan diperbarui dengan PP No. 20 Tahun 2013, yang menyesuaikan skema dan manfaat sesuai kebutuhan zaman. Kini, program tersebut semakin berkembang dengan dukungan digitalisasi layanan dari Taspen.
Skema Iuran dan Kepesertaan
Program THT menggunakan skema iuran pasti (defined contribution) , namun manfaat yang diterima tetap menyerupai skema manfaat pasti. Besaran iuran ditetapkan secara nasional, yakni sebesar 3,25% dari penghasilan sebulan, yang meliputi gaji pokok dan tunjangan keluarga.
Kepesertaan program THT mencakup seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, serta pejabat negara. Kepesertaan dimulai sejak seseorang diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan berakhir ketika peserta mengalami peristiwa tertentu seperti pensiun, meninggal dunia, atau berhenti bekerja.
Bagaimana Bisa Mendapatkan THT Rp1 Miliar?
Dalam forum yang digelar pada 24 Juni 2026 tersebut, Kepala BKN Zudan Arief Fakrulloh memaparkan bahwa Taspen Life telah merancang sejumlah pilihan program yang dapat dimanfaatkan ASN untuk mengoptimalkan manfaat hari tua melalui perencanaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Kunci utama untuk mencapai manfaat THT hingga Rp1 miliar adalah perencanaan sejak dini dan disiplin menabung. Dengan komitmen menabung dan berinvestasi secara konsisten, manfaat yang diterima saat pensiun dapat berkembang secara signifikan sesuai dengan skema yang dipilih peserta.