Teknologi

Dari Jensen Huang hingga Jeff Bezos, Deretan Konglomerat Teknologi Kehilangan Miliaran Dolar karena Hype AI

Diperbarui 0 4 mnt baca 625 kata 3 halaman
Dari Jensen Huang hingga Jeff Bezos, Deretan Konglomerat Teknologi Kehilangan Miliaran Dolar karena Hype AI
Dari Jensen Huang hingga Jeff Bezos, Deretan Konglomerat Teknologi Kehilangan Miliaran Dolar karena Hype AI — Nvidia CEO J...

Dalam tiga pekan terakhir, tiga fakta ekonomi yang sangat kontras terjadi bersamaan: gelombang investasi triliunan dolar AS ke infrastruktur AI, perusahaan-perusahaan model dasar AI yang valuasinya mendekati satu triliun dolar AS, dan penurunan ke

Dalam tiga pekan terakhir, tiga fakta ekonomi yang sangat kontras terjadi bersamaan: gelombang investasi triliunan dolar AS ke infrastruktur AI, perusahaan-perusahaan model dasar AI yang valuasinya mendekati satu triliun dolar AS, dan penurunan kekayaan bersih para CEO teknologi akibat kekhawatiran "AI bubble".

Simak rinciannya di bawah ini.

🌊 Gelombang Investasi AI: Meledak atau Meledakkan?

Pada Maret 2026, CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan bahwa dunia baru saja menginvestasikan beberapa ratus miliar dolar AS untuk AI, dan masih ada triliunan dolar infrastruktur AI yang perlu dibangun:

  • Rencana investasi OpenAI telah mencapai USD 1,4 triliun

  • Kenaikan valuasi AI paling spektakuler tahun ini adalah Anthropic. Dengan putaran pendanaan terbaru sebesar USD 30 miliar, valuasi Anthropic naik dari USD 61,5 miliar menjadi USD 380 miliar hanya dalam 6 bulan

Kini, valuasi Anthropic di pasar swasta bahkan sudah mendekati USD 1 triliun (Rp 16.000 triliun), mengungguli valuasi OpenAI yang sekitar USD 852 miliar.

💣 Skandal "iLearning": Kebohongan AI Bernilai Rp 25 Triliun

  • iLearning Engines, sebuah perusahaan teknologi baru dengan kapitalisasi pasar USD 1,5 miliar (Rp 25 triliun), diduga memalsukan hampir seluruh hubungan pelanggan dan pendapatan selama bertahun-tahun

  • Pendiri sekaligus CEO iLearning, Puthugramam "Harish" Chidambaran, dan CFO Sayyed Farhan Ali "Farhan" Naqvi disebut sebagai aktor utama

  • Pada 2023, mereka membukukan pendapatan USD 421 juta yang diklaim berasal dari lisensi AI. Kenyataannya, pendapatan tersebut telah digelembungkan melalui kontrak palsu

  • Chidambaran diduga menerima lebih dari USD 500 juta dalam bentuk saham dan USD 700.000 gaji

  • Departemen Kehakiman AS mengungkap: "Para terdakwa menunggangi hype AI untuk menciptakan citra perusahaan sebagai startup AI dengan pertumbuhan pesat, padahal bagian paling palsu adalah pelanggan dan pendapatan iLearning itu sendiri"

📉 Kehancuran Kekayaan Para CEO

1. Kelompok Software CEO: Kecemasan AI mengakibatkan kerugian total USD 62 miliar (lebih dari Rp 1.000 triliun) pada eksekutif perangkat lunak AS.

  • AppLovin CEO Adam Foroughi kehilangan 31% dari kekayaan bersihnya, sekitar USD 7,8 miliar

  • Oracle Founder Larry Ellison kehilangan USD 59,2 miliar sejak awal 2026, termasuk USD 19 miliar hanya dalam satu minggu

  • Jeff Bezos kehilangan USD 14 miliar

  • Nvidia CEO Jensen Huang kehilangan USD 7 miliar dalam satu pekan

  • Coinbase CEO Brian Armstrong kehilangan 18%, sekitar USD 1,8 miliar

2. Skeptisisme AI dari Dalam Industri:

  • CEO OpenAI Sam Altman mengakui bahwa saat ini adalah "periode investor sangat antusias soal AI" yang bisa menyebabkan "sekelompok orang kehilangan banyak uang"

  • Dalam sebuah podcast, Altman bahkan naik pitam ketika ditanya soal pembenaran investasi perusahaan: "Jika kamu mau jual saham, saya bisa carikan pembeli"

⚠️ Tiga Pertanyaan yang Masih Menghantui

  1. Apakah ini gelembung yang siap pecah? Moody's bahkan sudah memprediksi skenario di mana AI revenue growth meleset dari ekspektasi, memicu panic selling yang menyebabkan saham turun 25% dan menghapus USD 20 triliun valuasi pasar

  2. Berapa banyak skandal "iLearning" lain yang belum terungkap? Laporan FBI mencatat lebih dari 22.000 pengaduan penipuan AI sepanjang 2025 dengan kerugian USD 900 juta

  3. Siapa yang benar-benar untung jika gelembung ini pecah? Tahun lalu, hedge fund meraup USD 24 miliar dari short-selling saham software dan investor seperti Brad Gerstner mempertanyakan logika bisnis perusahaan AI di depan publik.

AI mungkin bukan satu-satunya investor yang akan kehilangan uang ketika gelembung ini pecah.

Tapi mungkin para insinyur dan ilmuwan yang gajinya dibayar dengan uang investor akan baik-baik saja.

Berita Terkait