Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arief Fakrulloh menegaskan, pemerintah terus mendorong kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) secara menyeluruh, mulai dari awal karier hingga memasuki masa pensiun.
Melalui program Taspen Life, ASN memiliki peluang untuk memperoleh manfaat tabungan hari tua (THT) hingga Rp 1 miliar.
Hal tersebut disampaikan Zudan dalam acara BKN Menyapa BKD bertema “Manfaat Tabungan Hari Tua (THT) ASN 1 Miliar” yang digelar secara daring pada Rabu (24/6/2026).
Taspen Life Buka Peluang THT Rp 1 Miliar
Zudan menjelaskan, Taspen Life telah dirancang memiliki sejumlah pilihan program yang dapat dimanfaatkan ASN untuk mengoptimalkan manfaat hari tua melalui perencanaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Program kesejahteraan ini tidak hanya menawarkan peluang memperoleh THT hingga Rp 1 miliar, tetapi juga memberikan jaminan perlindungan manfaat bagi keluarga apabila peserta menghadapi risiko sebelum memasuki masa pensiun.
"Menjadi ASN bukan hanya tentang mengabdi kepada negara hari ini, tetapi juga memastikan kualitas hidup yang baik di masa depan. Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencapai masa pensiun yang aman, tenang, dan sejahtera," ujar Zudan.
Kunci Raih Pensiun Rp 1 Miliar: Disiplin Menabung dan Investasi
Menurut Zudan, ASN saat ini memiliki akses yang semakin luas terhadap berbagai instrumen perencanaan keuangan dan program perlindungan hari tua.
Dengan komitmen menabung dan berinvestasi secara disiplin, manfaat yang diterima saat pensiun dapat berkembang secara signifikan sesuai dengan skema yang dipilih peserta.
Kemudahan tersebut menjadi peluang bagi ASN untuk menyusun strategi keuangan jangka panjang sesuai kebutuhan dan target kesejahteraan masing-masing.
Zudan bahkan pernah menyampaikan bahwa ASN milenial hanya perlu menabung 10 persen dari take home pay agar selama 30 tahun masa kerja dapat menerima Rp700 juta hingga Rp1 miliar saat pensiun.
Literasi Keuangan Kunci Kesiapan Pensiun
Zudan menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia aparatur tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan kinerja selama masa kerja, tetapi juga mencakup kesiapan ASN menghadapi masa pensiun dengan kondisi finansial yang sehat dan mandiri.
"ASN harus mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial yang baik. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur," tegas Zudan.
Acara BKN Menyapa BKD yang menghadirkan narasumber dari Taspen Life ini diikuti oleh ASN serta pengelola kepegawaian dari berbagai instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
Antusiasme peserta dinilai Zudan menunjukkan meningkatnya kesadaran ASN terhadap pentingnya pengelolaan keuangan pribadi sebagai bagian dari perencanaan karier dan kehidupan.
Kesejahteraan ASN Secara Menyeluruh
Zudan menegaskan, kesejahteraan ASN perlu dipandang secara menyeluruh, mulai dari masa aktif hingga memasuki masa purnatugas.
Melalui program BKN Menyapa BKD, BKN terus memperluas akses informasi yang bermanfaat bagi ASN, termasuk mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan masa pensiun.
BKN berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya ASN yang profesional, berkinerja tinggi, dan memiliki kesejahteraan yang berkelanjutan hingga masa pensiun.