Ekonomi

Tak Sendirian, Indonesia Masuk Kelas Menengah: Perbandingan Harga Pertamax dengan Filipina, Vietnam, dan Thailand

Diperbarui 0 6 mnt baca 1,146 kata 4 halaman
Tak Sendirian, Indonesia Masuk Kelas Menengah: Perbandingan Harga Pertamax dengan Filipina, Vietnam, dan Thailand
Tak Sendirian, Indonesia Masuk Kelas Menengah: Perbandingan Harga Pertamax dengan Filipina, Vietnam, dan Thailand — Pertam...

Reaksi Masyarakat dan Dampak Kenaikan

Kenaikan harga Pertamax yang mendadak dan cukup signifikan ini menuai beragam reaksi dari masyarakat.

Banyak pengguna kendaraan yang mengaku kaget dan mengeluhkan beban pengeluaran yang semakin bertambah.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyebut keputusan menaikkan harga Pertamax mengindikasikan pemerintah mulai realistis untuk mengurangi beban pengeluaran APBN.

“Setelah ditahan selama tiga bulan, pemerintah akhirnya menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Ini mengindikasikan bahwa pemerintah mulai realistis untuk mengurangi beban pengeluaran APBN untuk bayar kompensasi,” katanya.

Namun, ia juga memperingatkan bahwa disparitas harga antara Pertamax (Rp16.250) dan Pertalite (Rp10.000) yang semakin besar, yakni selisih Rp6.250 per liter, justru berpotensi memicu konsumen Pertamax bermigrasi ke Pertalite.

Migrasi besar-besaran tersebut akan berdampak pada beban APBN untuk subsidi BBM yang justru semakin membengkak.

“Kalau migrasi besar-besaran terjadi, tujuan mengurangi beban APBN tidak tercapai,” tegasnya.

Penutup

Secara keseluruhan, meskipun kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter terasa berat bagi kantong masyarakat kelas menengah, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura (Rp43.000-Rp45.000) atau Thailand (Rp27.000-Rp28.000), harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih termasuk dalam kategori yang cukup kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Namun, pemerintah tetap dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal negara dan daya beli masyarakat di tengah gejolak harga minyak dunia yang masih berlangsung.

Berita Terkait