Memasuki pertengahan Juni 2026, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga masih mempertahankan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga Pertamax Turbo dan Dexlite per 19 Juni 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan pekan lalu, menyusul mulai meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menekan harga minyak dunia.
Sebelumnya, pada 10 Juni 2026, Pertamina sempat menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) mengikuti harga pasar.
Namun, harga Pertamax Turbo (RON 98) dan Dexlite (CN 51) justru tidak ikut terkerek dan bertahan di level yang sama sejak awal Juni 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, sebelumnya menjelaskan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan sesuai formula yang ditetapkan Pemerintah dengan mengacu pada perkembangan harga pasar global, seraya tetap menjaga daya saing dan daya beli masyarakat.
Berikut adalah daftar lengkap harga Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite yang berlaku di 40 provinsi di seluruh Indonesia per 19 Juni 2026:
Wilayah Sumatra
| Provinsi | Pertamax (RON 92) | Pertamax Turbo (RON 98) | Dexlite (CN 51) |
|---|---|---|---|
| Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung | Rp 16.650 | Rp 21.200 | Rp 23.500 |
| Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau | Rp 17.000 | Rp 21.650 | Rp 24.000 |
| FTZ Sabang | Rp 15.250 | - | Rp 21.550 |
| FTZ Batam | Rp 15.500 | Rp 19.700 | Rp 21.850 |
Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
| Provinsi | Pertamax (RON 92) | Pertamax Turbo (RON 98) | Dexlite (CN 51) |
|---|---|---|---|
| DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur | Rp 16.250 | Rp 20.750 | Rp 23.000 |
| Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur | Rp 16.250 | Rp 20.750 | Rp 23.000 |
Wilayah Kalimantan
| Provinsi | Pertamax (RON 92) | Pertamax Turbo (RON 98) | Dexlite (CN 51) |
|---|---|---|---|
| Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur | Rp 16.650 | Rp 21.200 | Rp 23.500 |
| Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara | Rp 17.000 | Rp 21.650 | Rp 24.000 |
Wilayah Sulawesi
| Provinsi | Pertamax (RON 92) | Pertamax Turbo (RON 98) | Dexlite (CN 51) |
|---|---|---|---|
| Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat | Rp 16.650 | Rp 21.200 | Rp 23.500 |
Wilayah Maluku dan Papua
| Provinsi | Pertamax (RON 92) | Pertamax Turbo (RON 98) | Dexlite (CN 51) |
|---|---|---|---|
| Maluku, Maluku Utara | Rp 16.650 | - | Rp 23.500 |
| Papua | Rp 16.650 | Rp 21.200 | Rp 23.500 |
| Papua Barat, Papua Barat Daya | Rp 16.650 | - | Rp 23.500 |
| Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan | Rp 16.650 | - | Rp 25.350 |
Perlu diketahui, harga BBM di masing-masing daerah dapat berbeda karena dipengaruhi oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap stabil oleh pemerintah masing-masing di angka Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.
Terpantau, harga minyak dunia mulai menunjukkan pelemahan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan Selat Hormuz akan dibuka kembali pada 19 Juni 2026 menyusul kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Hal ini memicu desakan dari berbagai pihak, termasuk DPR, agar Pertamina segera menurunkan harga Pertamax menyusul tekanan harga minyak dunia yang mulai mereda.