Jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akhirnya bernapas lega.
Pada Rabu, 20 Agustus 2025, saldo sebesar Rp600.000 mulai dilaporkan masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Namun, banyak yang bertanya—apakah ini bagian dari Bansos PKH Tahap 3 atau justru BPNT Tahap 3?
Berdasarkan informasi resmi dan laporan dari media terpercaya, saldo tersebut merupakan pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 3 untuk periode Juli hingga September 2025, bukan Program Keluarga Harapan (PKH).
Pagi hingga siang ini, sejumlah KPM di berbagai daerah ramai membagikan bukti struk ATM yang menunjukkan saldo masuk Rp600.000 di rekening KKS mereka.
Fenomena ini langsung mencuatkan pertanyaan besar: apakah dana tersebut berasal dari Bansos PKH Tahap 3 atau BPNT Tahap 3?
Melansir laporan terkini dari Radar Bogor (20/8/2025), pencairan bansos tahap 3 untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2025 memang telah dimulai.
Namun, yang masuk sebesar Rp600.000 tersebut adalah bagian dari program BPNT, bukan PKH.
BPNT Tahap 3 ini diperuntukkan bagi KPM yang telah memenuhi syarat dan diverifikasi datanya oleh Kementerian Sosial.
“Pencairan ini terutama terjadi di bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Bantuan yang dicairkan adalah BPNT untuk alokasi Juli, Agustus, dan September, serta bantuan tambahan lainnya,” tulis Radar Bogor, mengutip laporan dari sejumlah sumber terpercaya.
Meskipun demikian, proses pencairan tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Kementerian Sosial mengutamakan pencairan bagi KPM yang datanya sudah tervalidasi dengan baik.
Bagi yang belum menerima, diimbau untuk bersabar karena penyaluran akan terus berlanjut hingga beberapa minggu ke depan.
BPNT atau PKH, Apa Bedanya?
BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) adalah bantuan sosial pangan yang disalurkan secara non-tunai melalui mekanisme akun elektronik atau KKS.
Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar KPM, dengan besaran Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 untuk tiga bulan (Juli–September 2025).
Sementara itu, PKH (Program Keluarga Harapan) adalah bantuan tunai bersyarat yang diberikan kepada KPM sangat miskin dengan komponen pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Besaran PKH bervariasi, tergantung jumlah dan kategori anggota keluarga (misalnya ibu hamil, balita, atau penyandang disabilitas).
Bagaimana Cara Cek Saldo BPNT di KKS?
KPM dapat mengecek saldo BPNT yang sudah cair melalui mesin ATM atau agen bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri, BSI) dengan memasukkan KKS dan PIN.
Selain itu, saldo juga bisa dicek melalui aplikasi mobile banking yang terhubung dengan rekening KKS.
Pesan Penting dari Kemensos
Kementerian Sosial mengingatkan KPM untuk:
- Memegang sendiri Kartu KKS agar terhindar dari potongan atau pungutan liar. - Menerima bantuan secara utuh, tanpa potongan. - Menggunakan dana bansos untuk kebutuhan pokok, bukan untuk hal-hal konsumtif yang tidak mendesak.Kesimpulan:
Saldo 600 ribu yang cair di KKS pada 20 Agustus 2025 adalah bagian dari BPNT Tahap 3, bukan PKH.
Pencairan akan terus berlangsung secara bertahap, sehingga KPM diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari Kemensos dan bank penyalur.
Pastikan KKS selalu dalam genggaman dan digunakan sesuai peruntukannya.
***