2. Registrasi akun
Buka aplikasi setelah instalasi selesai, lalu lakukan registrasi akun baru dengan menyiapkan:
-
NIK KTP
-
Nomor Kartu Keluarga (KK)
3. Verifikasi identitas
Unggah swafoto bersama KTP untuk proses verifikasi identitas, lalu tunggu proses aktivasi akun yang biasanya memakan waktu beberapa menit.
4. Pilih menu "Cek Bansos"
Setelah berhasil masuk ke dasbor utama aplikasi, pilih menu "Cek Bansos".
5. Masukkan NIK KTP
Ketik nomor NIK KTP dengan benar pada kolom yang tersedia.
6. Klik "Cari Data"
Tekan tombol "Cari Data" dan tunggu hingga aplikasi memproses data bansos.
Hasil Pengecekan
Aplikasi akan menampilkan status kepesertaan bansos.
Jika data terdaftar, informasi mengenai jenis bantuan dan periode penyaluran akan muncul secara otomatis pada layar perangkat.
Tips Aman agar Terhindar dari Penipuan
Kemensos mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bansos.
Berikut tips amannya:
-
Gunakan hanya kanal resmi – Pastikan hanya menggunakan situs
cekbansos.kemensos.go.iddan aplikasi Cek Bansos resmi ketika mengecek bantuan sosial. -
Waspada tautan mencurigakan – Jangan sembarangan mengklik pesan, grup, atau tautan tidak jelas yang meminta data pribadi dengan iming-iming pencairan bansos.
-
Pastikan data kependudukan akurat – Pastikan data seperti NIK, Kartu Keluarga, dan alamat sudah benar di Dukcapil. Data yang akurat akan memudahkan proses verifikasi dan membantu pemerintah menyalurkan bansos tepat sasaran.
-
Pantau informasi resmi – Selalu pantau informasi resmi dari pemerintah desa dan cek saldo di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara berkala.
Apa yang Harus Dilakukan jika NIK Tidak Terdaftar?
Jika setelah melakukan pengecekan NIK Anda tidak terdaftar sebagai penerima PKH, jangan langsung putus asa.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
-
Pastikan data sudah sinkron – Verifikasi kembali kecocokan NIK KTP dengan data Dukcapil dan DTSEN. Sinkronisasi NIK, KK, dan domisili menjadi persyaratan utama.