Artinya, target prioritasnya adalah: ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga siswa SD. Siswa SMP dan SMA mungkin harus rela mengantre atau bersaing dengan murid baru dulu.
Dari yang awalnya "siapa cepat, dia dapat", sekarang menjadi "siapa butuh, dia prioritas."
4. Akhirnya Menyentuh Tanah 3T
Selama ini, program MBG nyaris tidak pernah menyentuh wilayah Indonesia Timur dan pedalaman yang benar-benar membutuhkan. Nanik bertekad mengubah itu.
Kabar gembiranya, BGN akan mencari skema alternatif agar pelaksanaan di daerah 3T tidak membebani APBN.
"Jujur sekarang yang numpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu, " pungkas Nanik.
Artinya, dapur-dapur mewah di Jakarta dan Surabaya dengan fasilitas meja dan kursi bagus mungkin akan dipangkas, sementara Wamena dan pulau terluar akan jadi prioritas.
📜 Latar Belakang: Kenapa "Orang Dalam" Ini Harus Pergi?
Langkah tegas ini tidak muncul begitu saja.
Monitoring selama 18 bulan oleh Presiden Prabowo menemukan berbagai catatan kegagalan BGN di era kepemimpinan Dadan Hindayana.
Beberapa di antaranya:
-
Ribuan kasus keracunan: Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 33.626 pelajar sempat mengalami keracunan yang diduga dari MBG sejak awal 2025 hingga April 2026.
-
Kedisiplinan minus: Mensesneg menyebut ada masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, tata kelola, dan menjaga kualitas makanan.
-
Skandal belanja absurd: Kejaksaan Agung mengungkap pembelian 21.801 unit motor listrik (dibayar Rp1,03 triliun ke vendor PT YAT yang tidak memiliki dealer atau bengkel aktif), 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, dan 5.400 unit televisi 75 inci dengan indikasi kuat mark-up pada seluruh item.