Berita

Dari "Beli TV 75 Inci" ke "Sidak Dapur": Ini Dia yang Berubah dari Program MBG Setelah Era Sang "Pakar Belanja" Berakhir

Diperbarui 0 6 mnt baca 1,076 kata 4 halaman
Dari "Beli TV 75 Inci" ke "Sidak Dapur": Ini Dia yang Berubah dari Program MBG Setelah Era Sang "Pakar Belanja" Berakhir
Dari "Beli TV 75 Inci" ke "Sidak Dapur": Ini Dia yang Berubah dari Program MBG Setelah Era Sang "Pakar Belanja" Berakhir —...

🔥 Gebrakan "Storm Nanik": Empat Perubahan Besar yang Bikin Rakyat Bergidik (Harapan)

Ini dia rincian gebrakan baru yang bakal mengubah wajah MBG dari yang sebelumnya seperti pusat perbelanjaan pejabat jadi program beneran:

1. Moratorium Dapur MBG (SPPG): "Stop! Jangan Tambah Dapur Dulu!"

Langkah pertama yang diambil Nanik adalah menghentikan sementara pembangunan dapur MBG baru alias moratorium SPPG.

Saat ini saja, sudah ada lebih dari 27.000 dapur MBG yang beroperasi di berbagai daerah.

Namun, distribusinya jauh dari kata merata—tertumpuk di wilayah perkotaan, sementara daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) nyaris tak tersentuh.

"Jadi kita sekarang ini kan banyak sekali yang mendaftar. ... Saat ini sudah ada sekitar 27.000 lebih dapur yang sudah operasional," kata Nanik. "Kami akan beresin dulu ini ya. Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, ya enam saja. Jadi moratorium," tegasnya.

Eh, tapi apakah dapur-dapur ilegal milik yayasan nakal itu akan ikut "dibersihkan"?

2. "Dapur Nakal? Langsung Kami Suspend!"

Bukan cuma menghentikan yang baru, Nanik juga berani menindak dapur-dapur yang sudah berdiri.

"Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspend, " ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Teguran keras ini menjadi angin segar di tengah kabar buruk tentang yayasan abal-abal terafiliasi pejabat yang mengantongi insentif miliaran rupiah per hari!.

3. Fokus ke yang Benar-Benar Membutuhkan: Anak SD & Ibu Hamil!

Langkah ketiga, Nanik melakukan refocusing alias penataan ulang penerima manfaat MBG.

Dia tidak mau program ini sekadar "makan gratisan" untuk semua orang.

"Intervensi gizi itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia sembilan tahun atau sampai SD. Nah, kita yang kejar ke sana," ujar Nanik.

Berita Terkait