JAKARTA - Alhamdulillah, proses pencairan bantuan sosial (bansos) reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 3 periode Juli hingga September 2025 kini telah lengkap.
Keempat bank penyalur resmi telah menyalurkan bansos tersebut, dengan Bank Mandiri menjadi bank terakhir yang mencairkan dana bantuan tersebut.
Menurut informasi dari Sukron Channel, setelah BPNT tahap 3 cair duluan, PKH tahap 3 juga menyusul telah dicairkan.
"Kemarin terakhir di tiga bank penyalur. Hari ini alhamdulillah satu bank penyalur lagi, yakni bank penyalur mandiri. Silakan dicek ya mulai pagi ini. Khusus bagi yang punya mobile banking livin mandiri dulu ya untuk mengecek dulu apakah saldonya sudah masuk di kartu KKS-nya untuk PKH tahap 3-nya," ujar Sukron dalam videonya.
Berdasarkan pantauan dari berbagai sumber, penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 3 periode Juli-September 2025 memang telah dilakukan oleh empat bank Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA), yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri.
"Penyaluran bansos tahap ketiga tahun 2025, yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), terus mengalami perkembangan hingga 9 September 2025. Penyaluran dilakukan melalui empat bank milik negara, yaitu BSI, BRI, BNI, dan Mandiri, serta PT Pos Indonesia," demikian dilansir dari Radar Bogor (10/9/2025).
Bank Mandiri melaporkan perluasan distribusi ke 116 kabupaten dan kota baru per 9 September 2025.
Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pencairan paling signifikan, terutama di Aceh, di mana lebih dari 70 persen penerima manfaat telah menerima bantuan sejak 30 Agustus.
"Mulai dini hari tanggal 9 September 2025, terpantau bahwa bansos Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 3 telah mulai dicairkan, khususnya melalui Bank Mandiri. Bantuan ini merupakan alokasi untuk bulan Juli, Agustus, dan September 2025," tulis Radar Bogor dalam laporannya.
Bagi pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Bank Mandiri, mereka sudah bisa mengecek saldo PKH tahap 3 khususnya bagi yang sudah memiliki mobile banking Livin Mandiri.
"Karena mulai pagi ini sudah ramai yang melaporkan bahwasanya saldo PKH tahap 3 sudah masuk di kartu KKS yang pasti dengan nominal bantuan yang berbeda-beda," tambah Sukron.
Namun, Sukron mengingatkan bahwa tidak semua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bansos di tahap 3 ini.
"Memang belum semua KPM terisi saldo bansos PKH maupun BPNT tahap 3 tahun 2025 ini. Yang belum terisi jangan khawatir karena ada dua kemungkinan kenapa saldo belum terisi ke kartu KKS Anda. Yang pertama itu bisa saja memang belum waktunya masuk. Tapi penyebab yang kedua bisa saja keterangan di SIKS-NG itu nama Anda sudah exclude," jelasnya.
Tujuh Bansos Masih Disalurkan di September 2025
Selain PKH dan BPNT tahap 3, Sukron juga menginformasikan bahwa di bulan September ini ada tujuh bantuan sosial yang masih disalurkan atau cair.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, ketujuh bansos tersebut adalah:
1. Bantuan Permanen
Diberikan untuk lansia dan penyandang disabilitas, bantuan ini bersifat rutin harian, tidak terikat periode bulanan.
Dana ini menjadi penopang kebutuhan dasar kelompok rentan.
2. Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap 2
Tahap kedua PIP segera cair untuk periode Juli–September 2025.
Penerimanya adalah pelajar aktif SD hingga SMA, kecuali siswa di kelas akhir.
3. Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 3
Setelah BPNT berjalan, pencairan PKH tahap ketiga segera menyusul.
Bantuan PKH periode Juli–September diperkirakan mulai cair awal September.
Program ini menyasar keluarga dengan kondisi ekonomi rentan, dengan kategori bantuan meliputi ibu hamil, balita, anak sekolah, penyandang disabilitas, serta lanjut usia (lansia).
4. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 3
Penyaluran BPNT periode Juli–September 2025 sudah dimulai sejak 30 Agustus 2025.
Dana bantuan mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), terutama bagi penerima yang menggunakan layanan Bank BSI.
5. Penebalan Bansos Rp400.000
Penebalan ini hanya khusus untuk KPM yang baru cair BPNT-nya tahap 2.
Hanya satu kali penebalannya dapatnya.
Jadi untuk tahap 3-nya ini bagi yang sudah dapat di tahap 2 kemarin BPNT-nya penebalannya sudah tidak dapat lagi di tahap 3 ini.
6. Atensi Anak Yatim Piatu (YAPI)
Program ini menargetkan anak yatim piatu dengan bantuan sebesar Rp600 ribu periode Juli–September.
Pencairannya disalurkan melalui kartu khusus Bank Mandiri atau BSI agar lebih transparan.
7. BLT Dana Desa
Diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan untuk masyarakat miskin ekstrem.
Mekanisme pencairannya dilakukan langsung melalui pemerintah desa dengan pengawasan yang lebih ketat.
BLT Dana Desa ini khusus untuk warga desa yang belum dapat bansos PK dan PBNT dari Kemensos.
Penggunaan Dana Bansos Harus Tepat Guna
Sukron juga mengingatkan agar penggunaan dana bantuan sosial baik PKH maupun BPNT harus tepat guna dan sesuai dengan peruntukannya.
"Kalau saldo sembaku atau BPNT yang sudah cair Rp600.000 kemarin, ini wajib dibelanjakan sembako ya, seperti beras, kemudian protein kayak ikan, telur, sayur-sayuran, dan buah-buahan juga jangan lupa ya. Karena nanti itu akan sering ada yang namanya monev, monitoring dan evaluasi. Jadi jangan sampai disalahgunakan," ujarnya.
Ia menambahkan, "Tapi kalau untuk membeli baju sekolah ya enggak masalah untuk bantuan PKH-nya ya. Jangan sampai dibelanjakan untuk hal-hal yang bukan kebutuhan ya. Misal belanja untuk keinginan ya, seperti belanja baju-baju yang tidak dibutuhkan ya. Nah, itu jangan sampai seperti itu ya."
Bagi KPM peralihan pos ke KKS, Sukron menyarankan untuk bersabar.
"Untuk KPM peralihan pos ke KKS bagi yang belum dapat KKS baru harap bersabar ya. Kalau memang di daerah tersebut belum penyaluran ya berarti belum penyaluran semua. Mungkin ada beberapa desa yang sudah tapi biasanya itu masih percobaan, masih uji coba penyaluran, ya," jelasnya.
Saran untuk KPM Penerima Bansos
Sukron juga memberikan saran bagi KPM yang menerima bantuan ganda.
"Nanti kalau sudah terisi baik PKH BPNT tahap 2 maupun tahap 3-nya ya itu harus tetap dipergunakan dengan sebaik mungkin kalau bisa ya. Karena double mungkin bantuannya bulan tahap 2, tahap 3, nanti saran saya itu harap bisa digunakan untuk modal usaha ya, untuk buat usaha atau merintis usaha baru ya walaupun kecil-kecilan ya," sarannya.
Ia menambahkan, "Karena memang uang bantuan itu ada yang dapat sedikit, ada yang lumayan banyak ya. Jadi silakan dibuat untuk modal usaha agar bisa berkembang nanti dan tidak mengandalkan bantuan karena bantuan itu sifatnya hanya sementara ya."
Apalagi, lanjut Sukron, saat ini sudah ada aturan penerima bansos dibatasi maksimal paling lama itu 5 tahun.
"Nanti kalau sudah 5 tahun kepesertaannya ini semua akan dievaluasi, akan dicek kembali ya. Karena kalau menurut aturan 5 tahun itu ya tidak tidak langsung diputus ya, tapi nanti akan dievaluasi," jelasnya.
"Nanti kalau usianya produktif ya masih kuat bekerja, nah nanti mereka akan didorong ya para KPM tersebut untuk berwirausaha agar lebih mandiri. Nah, caranya nanti bisa didaftarkan ke PPSE, program pemberdayaan sosial ekonomi. Usahanya bisa didaftarkan ya. Nanti kalau gol bisa dapat modal usaha maksimal Rp5 juta. Nah, nanti mereka akan siap graduasi ya. Graduasi tidak mengandalkan bansos dan akan berdaya selamanya," tambahnya.
Sukron mengingatkan bahwa bantuan sosial ini sifatnya hanya sementara.
"Jadi tidak mengandalkan bansos ya. Kasihan juga kepada keluarga yang lain ya. Karena se-Indonesia ini jumlah penerima bansos itu dibatasi sesuai dengan kuota anggaran ya. Jadi masih banyak saudara-saudara kita, keluarga yang belum dapat atau belum tersentuh bantuan sosial padahal mungkin ekonominya itu di bawah kita. Nah, itu yang harus menjadi perhatian saat ini," pungkasnya.
***