1. Sesak Napas (Kesulitan Bernapas)
Ketika ginjal gagal membuang kelebihan cairan, cairan tersebut dapat menumpuk di paru-paru (edema paru), menyebabkan sesak napas.
2. Nyeri Dada
Cairan yang menumpuk di sekitar selaput jantung (perikarditis) dapat menimbulkan nyeri dada.
Nyeri dada juga bisa menjadi tanda komplikasi kardiovaskular yang serius.
3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Ginjal berperan dalam mengatur tekanan darah.
Ketika fungsinya terganggu, tekanan darah dapat meningkat dan sulit dikendalikan.
Hipertensi sendiri merupakan salah satu penyebab sekaligus komplikasi dari penyakit ginjal kronis.
Tanda di Perut
Sistem pencernaan sering kali menjadi salah satu yang pertama kali terganggu akibat penumpukan racun dalam darah.
1. Mual dan Muntah
Mual dan muntah adalah gejala yang sangat umum, terutama pada stadium lanjut.
Rasa tidak enak di mulut atau bau napas seperti ammonia juga sering muncul.
2. Kehilangan Nafsu Makan (Anoreksia)
Penurunan nafsu makan menyebabkan penderita makan lebih sedikit, yang pada akhirnya dapat menyebabkan malnutrisi dan penurunan berat badan.
3. Nyeri Perut
Nyeri dapat dirasakan di area perut, baik sebagai nyeri yang menjalar dari pinggang atau panggul, maupun sebagai nyeri perut bagian bawah yang terkait dengan gangguan saluran kemih.
Pada stadium lanjut, dapat terjadi tukak (ulkus) dan perdarahan pada saluran pencernaan.
4. Perubahan Pola Buang Air Kecil
Meskipun bukan gejala di perut secara langsung, perubahan pada frekuensi dan jumlah buang air kecil sangat berkaitan dengan fungsi ginjal.
Penderita mungkin mengalami penurunan jumlah urine (oliguria), atau justru lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari (nokturia).
Urine juga bisa berbusa akibat mengandung protein (proteinuria) atau berwarna kemerahan karena ada darah (hematuria).
Tanda di Kaki
Pembengkakan di kaki adalah salah satu tanda paling khas dan paling mudah dikenali dari penyakit ginjal kronis.
1. Pembengkakan (Edema) pada Kaki dan Pergelangan Kaki