Ginjal yang rusak tidak mampu membuang kelebihan garam dan cairan dari tubuh.
Akibatnya, cairan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan, terutama di tungkai, telapak kaki, dan pergelangan kaki.
Pembengkakan ini biasanya terjadi secara simetris di kedua kaki dan cenderung memburuk seiring perkembangan penyakit.
2. Kram dan Nyeri Otot
Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalsium yang rendah, dapat memicu kram otot, kejang otot, dan nyeri pada tulang.
3. Mati Rasa atau Kesemutan
Kerusakan saraf akibat penumpukan racun dapat menyebabkan mati rasa atau sensasi kesemutan, terutama di tangan dan kaki.
4. Kaki Gelisah (Restless Leg Syndrome)
Beberapa penderita mengalami rasa tidak nyaman di kaki yang memicu keinginan untuk terus menggerakkannya, yang dikenal sebagai restless leg syndrome.
Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain gejala berdasarkan bagian tubuh di atas, ada beberapa tanda umum lain yang patut diwaspadai:
-
Anemia (kurang darah) akibat berkurangnya produksi sel darah merah oleh ginjal
-
Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap atau pucat
-
Rasa logam di mulut
-
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
-
Demam pada kasus infeksi
Pentingnya Deteksi Dini
Penyakit ginjal kronis sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya baru terasa jelas ketika fungsi ginjal sudah sangat menurun, biasanya di bawah 20 persen.
Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan darah dan urine secara rutin sangatlah penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.
Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, terutama pembengkakan di kaki yang disertai perubahan pola buang air kecil dan kelelahan berlebihan, jangan tunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Penanganan sejak dini dapat memperlambat perkembangan penyakit dan mencegah komplikasi yang lebih serius.