Berita

Pemerintah Perpanjang Bantuan Beras 10 Kg Hingga Desember 2025, 18,2 Juta KPM Bakal Terima Manfaat

Diperbarui 0 3 mnt baca 410 kata 3 halaman
Pemerintah Perpanjang Bantuan Beras 10 Kg Hingga Desember 2025, 18,2 Juta KPM Bakal Terima Manfaat

Pemerintah resmi memperpanjang program bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram bagi masyarakat berpendapatan rendah hingga akhir tahun 2025.

Setelah sebelumnya disalurkan pada Juni-Juli 2025, kini bansos kembali diberikan untuk periode September-Desember 2025 yang akan menyasar 18,27 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh alokasi 10 kilogram beras setiap bulannya yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

"Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas arahan yang diberikan. Bantuan pangan beras ini akan berjalan mulai September hingga Desember, masing-masing 10 kilogram per bulan untuk 18,277 juta penerima," ujar Arief dalam keterangan pers, Jumat (12/9/2025).

Penyaluran bansos akan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama dijadwalkan pada akhir September 2025 berupa 20 kilogram beras sekaligus untuk alokasi September dan Oktober.

Tahap kedua menyusul pada November, dengan 20 kilogram beras untuk alokasi November-Desember.

Untuk mendukung kelancaran program ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 13,8 triliun.

Arief menegaskan, data penerima bansos terus diperbarui oleh Kementerian Sosial agar bantuan lebih tepat sasaran.

"Keberhasilan penyaluran bansos beras periode Juni-Juli 2025 yang mencapai 99,34 persen menjadi tolak ukur untuk distribusi kali ini. Kami optimistis, distribusi September-Desember akan berjalan lebih cepat dan rapi," tambahnya.

Program bansos beras ini merupakan bagian dari penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022.

Bapanas bertindak sebagai koordinator pelaksanaan, sementara Perum Bulog kembali ditugaskan menyalurkan bantuan di lapangan.

Dengan perpanjangan program hingga Desember, pemerintah berharap bansos beras dapat membantu meringankan beban masyarakat berpendapatan rendah di tengah tantangan ekonomi, sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di seluruh wilayah.

Hal ini sejalan dengan informasi yang disampaikan oleh channel Diari Bansos bahwa setelah pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap ketiga tahun 2025, pemerintah resmi melanjutkan bantuan stimulan hingga Desember tahun 2025 bagi 18,2 juta KPM.

Namun, perlu dicatat bahwa yang diperpanjang hanya bantuan pangan beras 10 kg per bulan, bukan penebalan BPNT Rp400.000 yang sebelumnya juga diberikan kepada KPM.

"Untuk penebalan BPNT Rp400.000, hingga saat ini belum ada informasi resmi dari pemerintah terkait kelanjutannya. Jadi, bagi para KPM tidak perlu berharap akan adanya penebalan BPNT tersebut," demikian disampaikan oleh channel Diari Bansos.

Bagi masyarakat yang hingga saat ini belum menerima bantuan sosial PKH dan BPNT tahap ketiga tahun 2025, disarankan untuk mengecek statusnya melalui aplikasi DTKS atau menghubungi operator di desa masing-masing serta pendamping sosial.

***

Berita Terkait