Aplikasi ini juga memungkinkan pengajuan usulan perbaikan data apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Penting Dipahami: Sistem Desil dalam DTSEN
Penyaluran bansos tahun 2026 kini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama, menggantikan DTKS yang sebelumnya digunakan.
DTSEN membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 desil berdasarkan kondisi sosial ekonomi, pendidikan, pekerjaan, kondisi rumah, hingga kepemilikan aset.
Kelompok desil 1 hingga 4 (40 persen masyarakat terbawah) menjadi prioritas penerima bansos PKH dan BPNT.
Karena DTSEN bersifat dinamis, masyarakat dapat melakukan pembaruan data melalui desa, kelurahan, Dinas Sosial, maupun aplikasi Cek Bansos apabila terdapat perubahan kondisi ekonomi.
⚠️ Peringatan Penting: Waspada Penipuan!
Maraknya informasi bansos sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.
Patuhi aturan berikut untuk melindungi data pribadi Anda:
✅ Yang harus dilakukan:
-
Gunakan hanya situs resmi
cekbansos.kemensos.go.idatau aplikasi "Cek Bansos" dari Play Store/App Store. -
Pastikan domain selalu berakhiran go.id.
❌ Yang tidak boleh dilakukan:
-
Jangan pernah mengklik tautan dari sumber tidak jelas seperti Google Form atau WhatsApp yang mengaku sebagai pendaftaran bansos.
-
Jangan pernah memberikan PIN, OTP, password, atau data rekening kepada siapa pun yang mengaku petugas.
-
Jangan pernah membayar sepeser pun — proses pengecekan dan penerimaan bansos sepenuhnya gratis.
-
Abaikan pesan berantai yang menjanjikan bantuan dengan syarat tertentu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Apakah pengecekan status bansos ini gratis?
A: Ya, sepenuhnya gratis.
Jangan pernah membayar untuk keperluan pengecekan atau pendaftaran bansos.
Q: Apa yang harus dilakukan jika status masih SPM?
A: Proses dari SPM ke SI membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 14 hari kerja.
KPM dengan status SPM dipastikan tetap akan mendapatkan bantuan dan tidak perlu khawatir.
Q: Kapan perkiraan pencairan bantuan tahap kedua selesai?
A: Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pencairan bantuan tahap kedua diperkirakan mulai lebih aktif pada minggu pertama Juni 2026.
Namun, proses penyaluran tetap dilakukan secara bertahap sehingga tidak semua daerah menerima bantuan pada waktu bersamaan.