Menurutnya, stimulus dan bansos tambahan yang disiapkan secara spesifik akan menyasar kelompok masyarakat pada desil 1 hingga 4, yaitu kategori masyarakat miskin ekstrem, miskin, hingga rentan miskin.
Kelompok ini dinilai paling membutuhkan dukungan di tengah meningkatnya tekanan ekonomi akibat kenaikan harga BBM.
Airlangga juga memberi sinyal adanya program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tengah dipersiapkan untuk kelompok masyarakat bawah.
Namun, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak akan diberikan kepada kelompok kelas menengah.
“Kalau BLT yang bukan yang di menengah tetapi yang di bawah,” tandasnya.
Stimulus Produktif untuk Kelas Menengah
Sementara itu, bagi kelompok kelas menengah yang posisinya berada di atas desil 4, pemerintah menyiapkan stimulus dalam bentuk program yang mendorong peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan.
Salah satu program yang akan digenjot kembali adalah Program Magang Nasional yang rencananya dibuka pada Juli 2026.
“Kelas menengah salah satu program magang yang kita lagi dorong kembali di bulan Juli,” jelas Airlangga.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat memberikan jembatan bagi kelas menengah, terutama anak-anak muda dan pencari kerja, untuk meningkatkan keterampilan serta daya saing di pasar kerja.
Tekanan pada Kelas Menengah
Kebijakan ini menyoroti kondisi kelas menengah yang saat ini berada dalam posisi tertekan.