Berita

Dari "Beli TV 75 Inci" ke "Sidak Dapur": Ini Dia yang Berubah dari Program MBG Setelah Era Sang "Pakar Belanja" Berakhir

Diperbarui 0 6 mnt baca 1,076 kata 4 halaman
Dari "Beli TV 75 Inci" ke "Sidak Dapur": Ini Dia yang Berubah dari Program MBG Setelah Era Sang "Pakar Belanja" Berakhir
Dari "Beli TV 75 Inci" ke "Sidak Dapur": Ini Dia yang Berubah dari Program MBG Setelah Era Sang "Pakar Belanja" Berakhir —...

Bungko News – Selama ini, publik mengenal program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sebuah konsep brilian yang ujung-ujungnya viral karena Selama ini, program MBG nyaris tidak pernah menyentuh wilayah Indonesia Timur dan pedalaman yang benar-benar membutuhkan

Selama ini, publik mengenal program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sebuah konsep brilian yang ujung-ujungnya viral karena ... kasihan.

Kok bisa? Bayangkan: dana triliunan rupiah tiap tahun, tujuannya mulia (memberi makan anak Indonesia biar tidak kurus-kurus dan bodoh), tapi nyatanya lebih dari 33.000 anak malah jadi korban keracunan massal, pimpinan lembaganya dicopot karena "kedisiplinan minus", dan—yang paling absurd—uang rakyat habis untuk membeli ribuan unit televisi 75 inci dan motor listrik tanpa bengkel. Tapi kini, era baru telah tiba.*

Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil langkah yang sebenarnya sudah lama dinanti publik: mencopot Dadan Hindayana dari kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, 2 Juni 2026.

"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Selasa malam.

Dadan pun digantikan oleh Nanik S. Deyang, seorang jurnalis senior yang dikenal sangat tegas dan strict dalam menjalankan SOP. "Beliau salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas," puji Prasetyo.

Dengan bekal jabatan barunya, Nanik langsung "tancap gas" .

Dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur MBG, menegur mitra yang tidak sesuai prosedur, dan bertekad "beres-beres rumah" terlebih dahulu sebelum menambah unit baru.

"Jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi," kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Kamis (5/6/2026).

Berita Terkait