Bungko News – JAKARTA - Pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga untuk periode Juli-September 2025 akan segera dimulai, namun dibarengi kabar bahwa banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terancam dicoret dari daftar penerima akibat pemutakhiran data terbaru oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Kementerian Sosial (Kemensos) mengingatkan bahwa sistem pencairan bansos kini berubah dari tahunan menjadi triwulan, sehingga penerima tahap kedua belum tentu akan kembali mendapatkan di tahap ketiga.
Pencairan Segera Dimulai, Data Diproyeksikan Rampung Pekan Ini
Kementerian Sosial memastikan proses pencairan bansos tahap ketiga telah memasuki tahap akhir.
Badan Pusat Statistik (BPS) sudah melakukan verifikasi lapangan hingga 18 Agustus 2025, dan data terbaru diproyeksikan rampung pekan ini.
"Penerima bansos akan dipilah berdasarkan kategori desil 1–10, dengan prioritas utama bagi keluarga di desil 1–4. Jika sesuai target, pencairan PKH dan BPNT bisa dimulai pada awal hingga pertengahan September 2025," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan resminya.
Proses pencairan akan dilakukan bertahap, dari jumlah kecil hingga meluas, agar distribusi berjalan lancar tanpa hambatan administrasi maupun antrean bank.
Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar bansos benar-benar tepat sasaran.
Banyak KPM Terancam Dicoret, Ini Alasannya
Di balik kabar gembira pencairan yang segera dimulai, terdapat kabar kurang menyenangkan bagi sebagian KPM.
Mensos Gus Ipul mengingatkan bahwa pemutakhiran data BPS membuat sebagian KPM kehilangan haknya.
"Keluarga yang sebelumnya berada di desil 1–4 bisa bergeser ke desil 5 ke atas, sehingga otomatis tidak lagi berhak menerima bantuan. Artinya, sejumlah penerima tahap kedua berpotensi tidak lagi menerima di tahap ketiga ini," jelas Gus Ipul.
Kemensos menegaskan bansos bersifat dinamis, sehingga penerima bisa berubah sesuai kondisi ekonomi keluarga berdasarkan data resmi.
"Bisa saja ada penerima yang keluar dari daftar karena inclusion error, atau sebaliknya ada yang masuk karena exclusion error," tambahnya.