Bahan bakar B50 nantinya akan tersedia di SPBU di seluruh Indonesia dan digunakan secara massal.
Penggunaan biodiesel ini umumnya ditujukan untuk mesin diesel pada kendaraan angkutan, alat berat, sektor pertanian, perkapalan, perkeretaapian, hingga pembangkit listrik.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi perhatian publik menyusul penguatan nilai tukar rupiah dan dinamika geopolitik global, termasuk pembukaan Selat Hormuz yang diprediksi menekan harga minyak dunia.
Sejumlah legislator menilai penyesuaian harga BBM nonsubsidi kemungkinan baru akan dievaluasi kembali pada bulan depan dengan menggunakan patokan rata-rata harga tiga bulan.
Sementara itu, implementasi B50 dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga energi global. "Di tengah kondisi tersebut, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM dengan memanfaatkan sumber daya domestik, sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan," jelas Dwi Anggia.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM secara berkala melalui kanal resmi Pertamina, mengingat harga BBM nonsubsidi bersifat fluktuatif dan dievaluasi setiap bulan mengikuti mekanisme pasar yang berlaku.