Distribusi KKS Terus Dipercepat
Selain mempersiapkan data penerima, pemerintah juga tengah mempercepat distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan bagi KPM peralihan dari mekanisme pos ke sistem perbankan.
Kementerian Sosial kembali memasuki fase penting pada Agustus 2025.
Setelah melalui serangkaian proses peralihan data dan penyesuaian sistem, distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru kini mulai dilaksanakan.
Kartu yang didistribusikan menjadi pintu masuk dalam mengakses Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH) pada periode berikutnya.
"KKS baru diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhasil melewati tahap peralihan dari penyaluran via PT Pos Indonesia menuju penyaluran melalui bank Himbara, proses ini disebut dengan burekol," tulis Radar Bogor (19/8/2025).
Sejumlah daerah sudah mulai mendapatkan distribusi KKS baru sejak pertengahan Agustus 2025.
Beberapa lokasi yang tercatat antara lain Lampung Timur, Banjar Sari Ciamis, Sukoharjo, dan Sentul Bogor, serta akan menyusul wilayah-wilayah lain dalam waktu dekat.
Pendistribusian kartu dilakukan bertahap sampai dengan akhir Agustus 2025 serta diperkirakan berlanjut sampai awal September 2025.
Target Distribusi KKS Nasional
Hingga pertengahan Agustus, tercatat 1,6 juta keluarga telah membuka rekening dan menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pemerintah menargetkan tambahan dua juta rekening baru pada September 2025.
Kemensos mempercepat transisi penyaluran dari kantor pos ke bank-bank Himbara.
Tiga bank yang ditunjuk, yakni Mandiri, BRI, dan BSI, akan menyalurkan bantuan sesuai pembagian wilayah yang ditetapkan pemerintah.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap penyaluran PKH dan BPNT bisa berlangsung lebih efisien, terjamin keamanannya, serta tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga penerima.
Jadwal Pencairan Tahap 3
Program bantuan sosial PKH dan BPNT biasanya dicairkan dalam waktu yang relatif bersamaan.
PKH diberikan secara bertahap sebanyak empat kali dalam setahun.