Lifestyle

7 Barang yang Sering Dibeli Orang Miskin untuk Pamer, Padahal Orang Kaya Malah Jauh

Redaksi Diperbarui 0 7mnt 3hal
7 Barang yang Sering Dibeli Orang Miskin untuk Pamer, Padahal Orang Kaya Malah Jauh
7 Barang yang Sering Dibeli Orang Miskin untuk Pamer, Padahal Orang Kaya Malah Jauh — Atau tetangga yang gajinya UMR, teta...

Kutipan: "Orang kaya tidak perlu pamer.

Kekayaan mereka terlihat dari pilihan investasi, bukan dari logo di dadanya."


4. Pernikahan Super Mewah dengan Utang di Mana-mana

Fenomena "pernikahan sekali seumur hidup" sering menjadi dalih untuk menggelar resepsi dengan dekorasi megah, katering mahal, dan undangan serba mewah.

Padahal, dana berasal dari pinjaman bank, koperasi, atau orang tua yang juga pas-pasan.

Setelah resepsi selesai, pasangan baru memulai hidup dengan utang puluhan hingga ratusan juta.

Sikap orang kaya: Mereka cenderung menggelar pernikahan sederhana, intim, dan bermakna.

Banyak pengusaha sukses yang lebih memilih akad nikah di masjid dengan keluarga dekat, lalu pesta kecil di rumah.

Mereka lebih mengutamakan investasi untuk masa depan keluarga (rumah, pendidikan anak, dana darurat) daripada pesta satu malam.

Data: Studi menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat ekonomi, semakin besar proporsi pendapatan yang dihabiskan untuk pesta pernikahan.

Sebaliknya, miliarder sering menikah dengan diam-diam atau bahkan tanpa pemberitaan.


5. Barang Elektronik "Premium" yang Tidak Terpakai Optimal

Mesin kopi espresso seharga 7 juta, smart TV 65 inci, soundbar Dolby Atmos, atau kulkas dengan layar sentuh.

Barang-barang ini sering dibeli dengan skema paylater atau kartu kredit, padahal penghasilan bulanan pas-pasan.

Akhirnya, barang tersebut hanya menjadi pajangan mewah di rumah kontrakan sempit.

Sikap orang kaya: Mereka membeli barang elektronik berdasarkan fungsi dan frekuensi penggunaan.

Jika jarang minum kopi spesialto, mereka cukup pakai French press Rp200 ribu.

Jika hanya nonton berita, TV biasa sudah lebih dari cukup.

Mereka tidak malu menggunakan barang "standar" asalkan memenuhi kebutuhan.

Prinsip: Jangan membeli sesuatu yang tidak menghasilkan uang, kecuali Anda benar-benar membutuhkannya setiap hari.


6. Ibadah Haji atau Umrah dengan Utang

Ini agak sensitif, tetapi faktanya banyak orang berpenghasilan rendah nekat berangkat haji atau umrah dengan menjual aset satu-satunya (tanah warisan, motor, atau bahkan berutang ke bank).

Niat ibadah tentu mulia, tetapi jika sampai melilitkan utang yang tidak mampu dibayar, justru menjadi bumerang.

Sikap orang kaya: Mereka mendahulukan bekal finansial sebelum beribadah besar.

Mereka menabung khusus, tidak mengganggu dana darurat, dan tidak berutang untuk ibadah.

Mereka juga sering membiayai orang tua atau kerabat yang kurang mampu, bukan memaksakan diri.

Prinsip Islam: Utang yang tidak terbayar adalah dosa besar.

Ibadah haji hanya wajib bagi yang mampu secara finansial dan fisik.

"Mampu" di sini termasuk memiliki bekal untuk keluarga yang ditinggalkan.


7. Gadget Pendukung Gaya Hidup ("Flexing Tools")

Smartwatch mewah (Apple Watch Ultra, Garmin Marq), drone, kamir mirrorless dengan lensa mahal, hingga sepeda gunung full-suspension puluhan juta.

Barang-barang ini sering dibeli bukan karena hobi yang dalam, tetapi semata-mata untuk diunggah di Instagram.

Setelah beberapa bulan, mereka disimpan di gudang dan tidak pernah dipakai lagi.

Sikap orang kaya: Jika mereka membeli peralatan hobi, itu karena benar-benar menggeluti hobi tersebut bertahun-tahun.

Berita Terkait