Proses penyaluran bantuan sosial susulan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap kedua terus berlangsung hingga penghujung bulan Mei 2026 Klarifikasi: Bantuan Penebalan Rp400 Tags: Bantuan Penebalan
Proses penyaluran bantuan sosial susulan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap kedua terus berlangsung hingga penghujung bulan Mei 2026.
Berdasarkan pantauan dari berbagai kanal informasi termasuk kanal YouTube Ariawan Agus, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai melaporkan masuknya saldo ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka sejak Jumat (29/5/2026).
Pencairan Susulan Masuk di KKS Bank BSI dan Bank Mandiri
Ariawan Agus dalam pembaruan informasinya menyampaikan bahwa pencairan bantuan susulan untuk PKH dan BPNT tahap kedua telah terpantau masuk di KKS Bank BSI pada tanggal 29 Mei 2026.
Saldo yang masuk bervariasi tergantung komponen bantuan yang diterima oleh masing-masing KPM.
Bagi penerima BPNT murni, saldo yang masuk umumnya sebesar Rp600.000 yang merupakan akumulasi bantuan tiga bulan (April-Mei-Juni 2026).
Sementara itu, bagi penerima yang menerima kombinasi PKH dan BPNT, nominal yang masuk dapat mencapai lebih dari Rp1 juta.
Pada hari ini, Sabtu (30/5/2026), giliran KKS Bank Mandiri yang mulai menunjukkan aktivitas pencairan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saldo mulai terdeteksi masuk sejak dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.
Pencairan di Bank Mandiri ini didominasi oleh klaster BPNT susulan dengan nominal flat Rp600.000.
Bank BRI dan BNI Masih Menunggu
Untuk KKS Bank BRI dan Bank BNI, hingga berita ini diturunkan, pencairan susulan belum terpantau secara masif.
Namun, Ariawan Agus mengimbau para KPM untuk tidak khawatir karena proses pencairan bantuan masih berlangsung dan akan terus bergulir secara bertahap.
Status di sistem SIKS-NG untuk kedua bank tersebut sudah menunjukkan keterangan SI (Standing Instruction), yang menandakan bahwa data penerima sudah tervalidasi dan siap diproses.
Ragam Bantuan Lain yang Masih Berlangsung
Selain PKH dan BPNT, Ariawan Agus juga menyampaikan bahwa beberapa jenis bantuan lain masih terus berproses hingga akhir Mei 2026.
PIP (Program Indonesia Pintar) masih mencair secara bertahap di sejumlah daerah.
Pada tanggal 27 Mei 2026, tercatat ada penerima yang berhasil mencairkan dana PIP.
Bantuan pendidikan ini diberikan sesuai jenjang sekolah masing-masing peserta didik.
Bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) juga masih berlangsung secara bertahap, meskipun jumlah penerimanya terbatas.
BLT Dana Desa dilaporkan masih terus disalurkan oleh pemerintah desa masing-masing.
Besaran dan jadwal pencairan BLT Dana Desa sangat bergantung pada kebijakan dan anggaran setiap desa.
Ada desa yang mencairkan setiap bulan, ada pula yang mencairkan sekaligus untuk beberapa bulan.
Bantuan pangan non tunai MBG dan PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) juga masih berlanjut.
PBI JK sendiri merupakan bentuk perlindungan dari negara agar warga miskin tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya iuran bulanan.
Klarifikasi: Bantuan Penebalan Rp400.000 Belum Pasti
Ariawan Agus dengan tegas mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu bantuan penebalan sebesar Rp400.000 yang dikabarkan akan cair pada bulan Juni 2026.
Informasi ini mulai ramai setelah muncul tangkapan layar dengan narasi bahwa bantuan tambahan tersebut akan segera disalurkan.
"Saya bisa bilang infonya tidak valid, teman-teman.
Itu infonya masih belum ada kepastian," tegas Ariawan Agus dalam unggahannya.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Sosial mengenai bantuan penebalan tersebut.
Wacana bantuan tambahan uang tunai sempat disampaikan ke pemerintah beberapa waktu lalu, namun hingga hari ini belum ada kabar terbaru.
Ariawan Agus juga mengingatkan bahwa pemerintah baru saja membagikan bantuan beras dan minyak goreng dalam jumlah besar menjelang lebaran kemarin.
Ditambah lagi dengan kondisi APBN yang sedang defisit dan nilai tukar rupiah yang terus melemah, kemungkinan untuk adanya bantuan tambahan dianggap masih sangat kecil.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap realistis dan tidak terlalu berharap pada kabar yang belum jelas kebenarannya.
"Mending saya bilang apa adanya.
Saya enggak mau teman-teman kecewa, berharap banyak kabar mengabarkan ternyata zonk enggak ada apa-apa," ujarnya.
Imbauan untuk KPM yang Belum Cair
Bagi KPM yang masih belum menerima bantuan, Ariawan Agus mengimbau untuk bersabar karena proses pencairan masih berlangsung dan masuk ke termin-termin susulan.
Ia menyarankan para KPM untuk rutin mengecek status bantuan melalui aplikasi Cek Bansos resmi dari Kementerian Sosial.
Perubahan periode bantuan menjadi April–Mei–Juni 2026 di aplikasi tersebut menjadi indikator awal bahwa data KPM sudah tervalidasi dan siap diproses.
Selain itu, KPM juga dapat berkonsultasi dengan pendamping sosial di wilayah masing-masing jika mengalami kendala atau kebingungan dalam proses pengecekan status bantuan.
Ariawan Agus juga mengimbau para KPM yang sudah menerima bantuan untuk menggunakan dana tersebut secara bijak sesuai peruntukannya, serta tidak mudah terhasut oleh informasi-informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.