SEO

Situs Saya Lama Muncul di Search Engine Google: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Admin Utama Diperbarui 0 3 menit 2 halaman
Situs Saya Lama Muncul di Search Engine Google: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bungko News – JAKARTA - Banyak pemilik website yang mengeluhkan situs mereka tiba-tiba menghilang dari hasil pencarian Google setelah sebelumnya muncul dengan baik.

Fenomena ini, yang dikenal sebagai deindexing, menjadi momok menakutkan bagi pelaku digital karena dapat menyebabkan traffic anjlok hingga 90%.

"Deindex Google adalah situasi di mana suatu halaman dihapus dari indeksnya, sehingga halaman tersebut hilang dari daftar halaman yang ditayangkan Google pada hasil pencarian," jelas Ahmad Rizki, SEO Specialist dari IDWebhost.

Menurut data terbaru, Google telah melakukan 9 update algoritma sepanjang tahun 2023, termasuk 4 core update dan 3 reviews update yang signifikan.

Update-update ini seringkali menjadi pemicu utama hilangnya situs dari hasil pencarian.

Penyebab Utama Situs Hilang dari Google

1. Update Algoritma Google 2023

Google meluncurkan sembilan update algoritma yang dikonfirmasi sepanjang 2023, lebih sedikit dibandingkan 2021 dan 2022 yang masing-masing memiliki 10 update.

Namun, dampaknya tidak kalah signifikan.

"Empat core update di tahun 2023 (Maret, Agustus, Oktober, dan November) menjadi penyebab utama banyak situs tiba-tiba hilang dari Google," kata Barry Schwartz, kontributor Search Engine Land.

Update September 2023 yang fokus pada helpful content menjadi yang paling berdampak.

Banyak situs yang dirancang khusus untuk ranking di mesin pencari mengalami penurunan drastis.

2. Pelanggaran Pedoman Google

Secara umum, ada dua alasan utama mengapa situs dihapus dari indeks Google: kesalahan teknis atau pelanggaran terhadap Pedoman Webmaster Google.

"Jika pemeriksa manusia dari Google menemukan pelanggaran, mereka akan mengambil tindakan manual yang bisa menyebabkan situs hilang dari pencarian," tambah Rizki.

3. Masalah Teknis Website

Beberapa masalah teknis yang sering menyebabkan deindexing:

- Kesalahan server yang membuat Googlebot tidak dapat mengakses halaman - File robot.txt yang salah konfigurasi - Sitemap yang tidak update - Penggunaan JavaScript yang berlebihan - Kecepatan loading lamban

Faktor Ranking Google Terbaru 2025

Untuk muncul kembali di Google, pemilik website perlu memahami faktor ranking terbaru yang ditekankan Google:

1. EEAT (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness)

Google kini lebih memperhatikan siapa yang menulis konten, bagaimana pengalamannya, dan seberapa tepercaya situs tersebut.

"EEAT menjadi faktor penting di tahun 2025.

Google ingin memastikan konten dibuat oleh orang yang benar-benar ahli di bidangnya," jelas Faradilla, Content Specialist Hostinger.

Cara memperkuat EEAT:

- Tampilkan profil penulis dengan bio yang jelas dan kredibel - Tambahkan referensi dari sumber tepercaya - Tampilkan ulasan atau testimoni asli - Pastikan situs aman dengan SSL aktif

2. Konten Berkualitas dan Relevan

Konten tetap menjadi raja, tapi dengan standar yang lebih tinggi.

Google menilai konten berdasarkan:

- Kemampuan menjawab kebutuhan user - Originalitas dan sudut pandang unik - Struktur yang baik dengan heading terstruktur - Panjang yang sesuai dengan topik - Relevansi dengan search intent

3. Popularitas Brand

Di tahun 2025, popularitas brand semakin diperhatikan Google.

Brand yang sering disebut di internet, memiliki kehadiran aktif di berbagai platform, cenderung mendapatkan prioritas ranking lebih tinggi.

4. Core Web Vitals

Google menilai kualitas website melalui tiga metrik utama:

Hak Cipta Dilindungi. Dilarang keras mengutip, menyalin, atau mereproduksi sebagian maupun seluruh isi artikel ini untuk tujuan komersial, termasuk pembuatan konten media sosial, tanpa izin tertulis dari Redaksi.

Bagikan

Berita Terkait