-
Apakah bagian-bagian stupa yang ditemukan merupakan satu kesatuan atau bukan – karena posisi temuan yang terpisah hingga 50 sentimeter.
-
Apa penyebab ketidaklengkapan pada bagian harmika – apakah karena proses pembuatan yang terhenti atau karena kerusakan akibat faktor alam dan waktu.
-
Bagaimana struktur asli dari kompleks percandian di kawasan ini, mengingat temuan yang tersebar di beberapa titik.
Dua Skenario yang Masih Diperdebatkan
Hingga saat ini, dua skenario utama masih menjadi perdebatan hangat di kalangan arkeolog dan pemerhati budaya:
-
Stupa sebagai bagian dari bangunan candi – Jika skenario ini yang terbukti benar, maka Desa Nepen menyimpan struktur candi Buddha yang cukup besar dengan kelengkapan ornamen yang sangat artistik.
-
Stupa sebagai produk workshop pembuatan candi – Skenario ini didasarkan pada adanya bagian stupa yang belum selesai (unfinished). Jika terbukti benar, ini akan menjadi temuan langka yang menunjukkan adanya industri pembuatan elemen-elemen candi di masa lampau, yang selama ini jarang terungkap dalam penelitian arkeologi di Indonesia.
Penutup
Penemuan stupa di Boyolali ini menjadi pengingat bahwa masih banyak misteri sejarah yang terkubur di bumi Nusantara, yang menunggu untuk diungkap.
Apakah stupa-stupa ini adalah bagian dari candi megah yang kini tinggal kenangan, ataukah jejak sebuah workshop pembuatan candi yang terhenti oleh waktu? Jawabannya masih harus menunggu proses penelitian yang tengah berlangsung.
Satu hal yang pasti, penemuan ini telah membuka babak baru dalam peta sejarah peradaban Hindu-Buddha di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Boyolali yang selama ini mungkin kurang mendapat sorotan dalam percaturan arkeologi nasional.
BP Kebudayaan Jawa Tengah berjanji akan terus mengupdate perkembangan penelitian ini kepada publik.
Masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dapat mengikuti kanal resmi Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah.
Pewarta: Tim Redaksi
Editor: Redaksi
Lokasi: Boyolali, Jawa Tengah
Tanggal: 30 Mei 2026