Pemerintah memperkirakan total kebutuhan beras untuk program ini mencapai sekitar 1 juta ton, yang akan diambil dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton di gudang Bulog.
"Agar hampir 34 juta masyarakat kita yang paling rentan di bawah ini tidak terdampak oleh perubahan kurs atau perubahan apa pun," terang Zulhas.
Minyakita Tidak Lagi Disertakan dalam Bansos
Dalam kesempatan yang sama, Zulhas menyatakan pemerintah tidak lagi memasukkan minyak goreng kemasan sederhana Minyakita ke dalam program bantuan pangan, seiring melambungnya harga dan menipisnya pasokan di pasar tradisional.
"Minyakita kemarin ada sedikit kenaikan dan di beberapa daerah jauh, bahkan banyak sekali yang menyampaikan kepada kita, jadi kekurangan Minyakita," imbuhnya. Zulhas menegaskan kondisi tersebut telah dievaluasi dan diperbaiki agar tidak terulang kembali. "Pengalaman itu sudah kita perbaiki, tidak boleh ada lagi minyakita nanti yang untuk bantuan tetapi harus masuk ke pasar-pasar tradisional," tandasnya.
7 Program Bansos Masih Cair 14-30 Juni 2026
Selain kabar perpanjangan bansos pangan, masyarakat juga dihebohkan dengan pencairan aktif tujuh program bansos sepanjang periode 14 hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemantauan manifes keuangan dan rekonsiliasi data di lapangan, berikut 7 klaster program bansos yang saat ini berada dalam fase pencairan aktif:
1. Dana Susulan PKH Tahap 2
Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 2 masih disalurkan kepada KPM yang sebelumnya belum menerima bansos.
Penyaluran susulan ini terutama menyasar penerima yang mengalami perubahan status menjadi "Sudah Salur" pada rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
2. Dana Susulan BPNT (Sembako) Tahap 2
Akselerasi pengiriman saldo komoditas sembako terus dikebut hingga akhir Juni.
Dana ini ditujukan bagi KPM yang akun perbankannya telah lolos uji pemadanan data kependudukan.