JAKARTA - Pemerintah kembali memberikan kabar gembira bagi masyarakat miskin dan rentan di Indonesia.
Memasuki Oktober 2025, sebanyak 8 jenis bantuan sosial (bansos) akan dicairkan secara bertahap.
Bantuan-bantuan ini terdiri dari program reguler yang diperpanjang serta beberapa bantuan baru yang akan disalurkan kepada jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Tanah Air.
Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa seluruh penerima bansos wajib terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan status penerima secara daring melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Berikut rincian 8 bantuan pemerintah yang akan cair pada Oktober 2025:
1. Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4
PKH tahap 4 tahun 2025 akan dicairkan pada periode Oktober-Desember 2025.
Meskipun dijadwalkan cair di akhir Oktober, pencairan untuk tahap kedua dan ketiga masih berlangsung bagi KPM yang mengalami peralihan dari PT Pos Indonesia ke kartu KKS baru.
Besaran bantuan PKH berdasarkan kategori:
- Ibu hamil dan balita: Rp750.000 - Anak SD: Rp225.000 - Anak SMP: Rp375.000 - Anak SMA: Rp500.000 - Lansia dan disabilitas berat: Rp600.000Pencairan dilakukan secara bertahap melalui Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BSI).
2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4
BPNT tahap 4 juga akan dicairkan pada periode Oktober-Desember 2025.
Setiap KPM akan menerima Rp200.000 per bulan yang biasanya dicairkan rapel 3 bulan sekaligus (Rp600.000) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Bantuan ini dapat ditukar dengan bahan pangan di e-warong atau agen resmi untuk menjamin ketersediaan pangan keluarga miskin.
3. Bantuan Penebalan Rp400.000
Bantuan penebalan senilai Rp400.000 ini akan dicairkan pada Oktober 2025 khusus bagi KPM yang belum menerima di tahap sebelumnya.
Perlu dicatat bahwa bantuan ini hanya cair satu kali saja, sehingga bagi yang sudah menerima pada tahap sebelumnya tidak akan mendapatkan lagi.
4. Bantuan Beras 10/20 Kg
Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras tahap kedua pada Oktober 2025.
Setiap KPM akan menerima 10 kg beras, sehingga total menjadi 20 kg jika ditambah dengan pencairan sebelumnya.
Beberapa daerah ada yang langsung menerima 20 kg sekaligus.
Bantuan ini diberikan kepada 18,3 juta KPM di seluruh Indonesia dan disalurkan oleh Perum Bulog dengan anggaran sekitar Rp7 triliun.
Jika anggaran mencukupi, kemungkinan akan ada tambahan 10 kg lagi pada Desember 2025.
5. Bantuan Minyak Goreng 2 Liter
Oktober 2025 juga menjadi jadwal pencairan bantuan minyak goreng sebanyak 2 liter per KPM.
Bantuan ini diberikan kepada penerima BPNT atau BPNT plus PKH, sehingga mereka mendapatkan bantuan ganda (beras dan minyak goreng).
Total bantuan minyak goreng yang akan diterima adalah 4 liter, yang telah dicairkan 2 liter sebelumnya dan 2 liter lagi pada Oktober 2025.
6. BLT Dana Desa/BLT Miskin Ekstrem
Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa atau yang disebut juga BLT miskin ekstrem akan dicairkan pada Oktober 2025.
Pencairan ini berbeda-beda setiap daerah, ada yang per 3 bulan sekali dan ada yang per 6 bulan sekali tergantung kebijakan daerah masing-masing.
Nominalnya pun bervariasi, ada yang Rp200.000 per bulan dan ada yang Rp300.000 per bulan, tergantung anggaran yang dimiliki setiap daerah.
7. Bantuan BPJS Kesehatan (PBI JK)
Pemerintah akan membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin melalui program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Dengan bantuan ini, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis.
8. Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP)
Bantuan PIP yang disalurkan melalui Kemendikbud akan cair pada Oktober 2025.
Program ini dicairkan dua kali setahun, kecuali untuk semester ganjil siswa yang akan pindah tingkat (kelas 9 ke SMP atau SMP ke SMA) yang hanya cair satu kali di semester genap.
Besaran bantuan PIP per tahun:
- SD: Rp450.000 - SMP: Rp750.000 - SMA: Rp1.800.000Bantuan ini ditransfer langsung ke rekening masing-masing melalui bank penyalur (BRI, BNI, atau BSI) tanpa perantara.
Cara Cek Penerima Bansos
Untuk mengetahui apakah termasuk penerima bansos, masyarakat dapat mengecek melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Pastikan data telah terdaftar di DTSEN untuk dapat menerima bantuan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa bantuan-bantuan ini tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga melindungi mereka dari risiko ekonomi yang semakin berat.
"Semua bantuan akan disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. Kami pastikan tidak ada penerima yang terlewat selama datanya valid dan terdaftar di DTSEN," ujarnya.
***