Sementara itu, Provinsi Jawa Barat mendapatkan alokasi terbesar dengan 44.270 ton beras, diikuti oleh Banten sebanyak 699 ton.
"Beras ini akan disalurkan secara langsung oleh petugas PT Pos ke titik distribusi masing-masing wilayah, dan sebagian akan diantar langsung ke rumah-rumah penerima sesuai mekanisme yang berlaku," jelas Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Bantuan Tambahan Kedua: Daging Ayam dan Telur
Bantuan sosial tambahan kedua yang SP2D-nya juga sudah turun adalah bantuan daging ayam dan telur untuk penanganan stunting.
Bantuan ini disalurkan melalui ID Food bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional.
Program ini ditujukan untuk 1.446.089 Keluarga Rawan Stunting (KRS) di 7 provinsi di Indonesia.
Setiap keluarga rentan stunting akan menerima satu paket berisi 10 butir telur dan 0,9 – 1 kg daging ayam beku (frozen) sebanyak tiga kali.
"Data KRS diperoleh dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) by name dan by address, sehingga penyaluran dapat tepat sasaran," ujar Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan.
Tujuh provinsi yang menjadi sasaran bantuan daging ayam dan telur ini adalah:
- Sumatera Utara: 136.738 KRS - Jawa Barat: 403.285 KRS - Jawa Tengah: 345.514 KRS - Jawa Timur: 374.197 KRS - Banten: 92.654 KRS - Nusa Tenggara Timur: 73.068 KRS - Sulawesi Barat: 20.633 KRSMekanisme Penyaluran
Untuk 12 provinsi yang telah menerima SP2D, penyaluran bantuan beras 10 kg akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.