Bungko News – Kerusakan suspensi mobil kerap diabaikan, padahal komponen ini menjadi kunci keselamatan berkendara.
Tidak hanya mengurangi kenyamanan, suspensi yang rusak bisa menyebabkan kehilangan kendali hingga memicu kecelakaan fatal.
Beberapa kasus bahkan mendorong produsen mobil melakukan recall besar-besaran.
Berikut ciri-ciri suspensi bermasalah dan cara merawatnya agar mobil tetap stabil dan aman di jalan.
Bahaya Mengabaikan Suspensi Rusak
Suspensi mobil yang rusak tidak hanya membuat perjalanan terasa tidak nyaman, tetapi juga mengancam keselamatan.
Menurut laporan dari berbagai sumber otomotif, kerusakan pada komponen ini dapat menyebabkan mobil sulit dikendalikan, terutama saat bermanuver atau melewati jalan tidak rata.
Dalam beberapa kasus, produsen seperti Tesla, Volkswagen, dan Toyota terpaksa menarik ribuan unit mobil dari pasar karena masalah suspensi berpotensi memicu kecelakaan.
Otoritas keselamatan di Amerika Serikat bahkan menyelidiki puluhan keluhan terkait suspensi yang berujung pada kecelakaan.
“Kerusakan suspensi mempengaruhi kontak ban dengan jalan, sehingga mobil bisa kehilangan stabilitas dan sulit dikendalikan.
Jika dibiarkan, risiko kecelakaan sangat tinggi,” tulis Astra Oto Shop dalam analisisnya (2024).
Ciri-ciri Suspensi Mobil Rusak
Mengenali gejala kerusakan suspensi sejak dini bisa mencegah hal-hal buruk di jalan.
Berikut tanda-tanda suspensi mobil bermasalah yang perlu diwaspadai, dirangkum dari Auto2000, Suzuki, ACV Astra, dan berbagai sumber otomotif terpercaya:
1. Getaran Berlebihan
Saat berkendara, terasa getaran tidak biasa pada setir atau kursi.
Ini bisa jadi tanda per atau shock absorber sudah aus.
2. Mobil Tidak Stabil
Mobil terasa miring, limbung, atau oleng saat berbelok atau pindah jalur.
Hal ini menunjukkan suspensi tidak lagi mampu menahan bobot dengan baik.
3. Suara Berisik atau Berdecit
Bunyi ‘klotok’, ‘gluduk’, atau decit saat melewati jalan berlubang atau polisi tidur bisa jadi indikasi bushing, per, atau shockbreaker rusak.
4. Ban Aus Tidak Merata