Cek permukaan ban.
Jika ausnya tidak rata, kemungkinan besar suspensi tidak bekerja optimal, sehingga tekanan ban ke jalan tidak seimbang.
5. Mobil Terasa ‘Melayang’ atau Amblas
Saat melewati jalan bergelombang, mobil terasa terangkat atau ‘melayang’, lalu jatuh dengan keras.
Ini tanda shockbreaker sudah tidak berfungsi baik.
Cara Merawat Suspensi Mobil Agar Tetap Prima
Perawatan rutin suspensi mobil bisa memperpanjang usia pakai dan menjaga keselamatan.
Berikut tips merawat suspensi mobil dari berbagai sumber otomotif, seperti Astra Daihatsu, Honda, dan kumparan:
1. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Periksa kondisi suspensi setiap 5.000–10.000 km atau saat servis berkala.
Pastikan tidak ada kebocoran oli pada shock absorber dan per masih dalam kondisi baik.
2. Ganti Shockbreaker dan Komponen Aus
Shockbreaker yang sudah bocor atau tidak berfungsi optimal harus segera diganti.
Begitu juga dengan bushing dan komponen karet lain yang kerap aus akibat usia pemakaian.
3. Hindari Jalan Rusak dan Hindari ‘Hajar’ Lubang
Melewati jalan berlubang dengan kecepatan tinggi bisa merusak suspensi.
Kurangi kecepatan atau pilih jalur alternatif yang lebih halus.
4. Perhatikan Kondisi Ban
Pastikan tekanan angin ban sesuai anjuran pabrik dan rotasi ban dilakukan secara berkala agar keausan merata.
5. Gunakan Suku Cadang Resmi
Saat penggantian komponen suspensi, pilih suku cadang resmi atau yang berkualitas agar performa dan keamanan mobil tetap terjaga.
Suspensi mobil adalah salah satu komponen vital yang menentukan keselamatan di jalan.
Kerusakan kecil sekalipun bisa berdampak fatal jika diabaikan.
Untuk itu, selalu perhatikan gejala-gejala kerusakan dan lakukan perawatan rutin di bengkel resmi atau terpercaya.
“Jangan tunggu sampai terjadi kecelakaan baru memeriksakan suspensi.
Pencegahan jauh lebih baik dan murah dibanding mengatasi akibatnya,” tutup ACV Astra dalam panduan perawatan suspensi.
***