Kabar gembira bagi masyarakat prasejahtera di seluruh Indonesia Dengan pemutakhiran ini, sekitar 470 ribu keluarga baru yang memenuhi syarat kami masukkan sebagai penerja BPNT tahap II," ujar Gus Ipul Jadwal Penyaluran BPNT Tahap II Juni 2026
Kabar gembira bagi masyarakat prasejahtera di seluruh Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako tahap II untuk periode April–Mei–Juni 2026.
Yang istimewa, kali ini pemerintah menambahkan 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan serupa.
Para penerima, baik yang lama maupun yang baru, dapat segera mengecek status pencairan bantuan secara mandiri dari rumah hanya dengan menggunakan ponsel pintar dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum dalam KTP elektronik.
Layanan pengecekan ini disediakan secara gratis melalui dua kanal resmi Kemensos: situs web cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store dan App Store.
Breaking News: 470 Ribu Penerima Baru Bergabung di Tahap II
Kebijakan penambahan 470 ribu penerima baru BPNT merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan bantuan sosial kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Para penerima baru ini berasal dari kelompok desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sebelumnya belum terakomodasi pada tahap I (Januari–Maret 2026).
Dengan demikian, total penerima BPNT secara nasional mengalami peningkatan signifikan.
Penambahan ini sekaligus menjawab kritik selama ini bahwa masih banyak warga miskin dan rentan miskin yang belum tersentuh bansos padahal secara ekonomi layak menerima.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, dalam keterangan pers di kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (3/6/2026), menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memutakhirkan data DTSEN secara berkala agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
"Dari yang biasanya data diterima setiap tanggal 20, sekarang setiap tanggal 10 kami sudah bisa mulai memproses. Ini membuat penyaluran bansos menjadi lebih cepat dan tepat sasaran. Dengan pemutakhiran ini, sekitar 470 ribu keluarga baru yang memenuhi syarat kami masukkan sebagai penerja BPNT tahap II," ujar Gus Ipul.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif mengecek statusnya secara berkala, karena data penerima dapat berubah sesuai dengan dinamika kondisi sosial ekonomi rumah tangga masing-masing.
Jadwal Penyaluran BPNT Tahap II Juni 2026
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, penyaluran BPNT tahun 2026 dibagi menjadi empat tahap yang masing-masing mencakup tiga bulan.
-
Tahap I: Januari, Februari, Maret (telah selesai)
-
Tahap II: April, Mei, Juni sedang berlangsung
-
Tahap III: Juli, Agustus, September
-
Tahap IV: Oktober, November, Desember
Untuk tahap II yang berakhir di bulan Juni 2026, pencairan dilakukan secara bertahap di setiap daerah.
Tidak semua KPM menerima dana pada hari dan jam yang sama.
Proses penyaluran disesuaikan dengan mekanisme masing-masing bank penyalur (Himbara) dan Kantor Pos di seluruh Indonesia.
Para penerima diimbau untuk tidak panik jika tetangganya sudah menerima sementara dirinya belum.
Penyaluran bertahap adalah hal yang biasa terjadi.
Yang terpenting adalah status pengecekan menunjukkan bahwa NIK yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima BPNT tahap II.
Nominal Bantuan: Rp600.000 untuk Tiga Bulan
Besaran BPNT yang cair pada Juni 2026 adalah Rp600.000 per KPM.
Nominal ini merupakan akumulasi dari bantuan untuk tiga bulan, dengan perhitungan masing-masing bulan sebesar Rp200.000.
Bantuan ini dapat digunakan untuk membeli bahan pangan pokok seperti beras, telur, ayam, daging sapi, kacang-kacangan, serta sayur dan buah.
Tidak seperti bansos tunai, BPNT disalurkan dalam bentuk non tunai, artinya penerima harus berbelanja di e-Warong (Elektronik Warung Gotong Royong) atau agen bank yang bekerja sama, dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Jika sebuah keluarga juga terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), maka bantuan PKH dan BPNT akan masuk ke rekening KKS yang sama.
Namun perlu diingat, kedua bantuan ini memiliki mekanisme pencairan yang berbeda dan tidak selalu cair bersamaan.
Cara Cek Status BPNT Tahap II Juni 2026 dari Rumah Lewat HP
Pemerintah menyediakan dua kanal resmi yang memudahkan masyarakat untuk mengecek status penerimaan bansos BPNT secara mandiri, kapan saja dan di mana saja, cukup dengan ponsel dan NIK KTP.
Berikut panduan lengkapnya.
Cara 1: Cek Melalui Situs Web Resmi Kemensos (Tanpa Aplikasi)
Cara ini paling sederhana karena tidak memerlukan unduhan aplikasi tambahan.
-
Pertama, buka aplikasi browser di ponsel, seperti Chrome, Mozilla Firefox, atau Safari.
-
Kedua, kunjungi laman resmi Kemensos di
cekbansos.kemensos.go.id. -
Ketiga, pilih data wilayah tempat tinggal secara berurutan: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.
-
Keempat, masukkan nama lengkap Penerima Manfaat (PM) sesuai yang tertera di KTP.
-
Kelima, masukkan 16 digit NIK KTP yang ingin dicek. Pastikan tidak ada kesalahan pengetikan.
-
Keenam, ketikkan kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar. Jika kode sulit dibaca, klik tombol refresh untuk mendapatkan kode baru.
-
Ketujuh, klik tombol "Cari Data".
-
Kedelapan, sistem akan secara otomatis menampilkan hasil pencarian. Bila NIK Anda terdaftar sebagai penerima BPNT tahap II, maka akan tertulis "YA" pada bagian BPNT. Jika tertulis "TIDAK", berarti Anda belum atau tidak terdaftar untuk periode ini.
Cara 2: Cek Melalui Aplikasi Cek Bansos (Fitur Lebih Lengkap)
Aplikasi Cek Bansos menyediakan fitur yang lebih lengkap, termasuk registrasi akun, usulan diri sebagai penerima, dan sanggahan data.
-
Unduh aplikasi: Aplikasi Cek Bansos tersedia secara gratis di Google Play Store (untuk Android) dan App Store (untuk iOS).
-
Registrasi: Buka aplikasi, lalu pilih "Buat Akun" jika Anda pengguna baru. Lengkapi data diri sesuai KTP dan masukkan nomor ponsel aktif.
-
Login: Setelah memiliki akun, login menggunakan username dan password yang telah dibuat.
-
Pilih menu: Pada beranda utama, pilih menu "Cek Bansos".
-
Masukkan NIK: Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP yang ingin dicek.
-
Klik "Cari Data": Sistem akan menampilkan informasi lengkap, antara lain nama penerima, alamat, kelompok desil DTSEN, status penerimaan untuk setiap jenis bantuan (PKH dan/atau BPNT), nominal bantuan, serta keterangan apakah bantuan sudah disalurkan atau masih dalam proses.
Aplikasi ini juga memiliki fitur "Usulan" bagi masyarakat yang merasa memenuhi syarat tetapi belum terdaftar, serta fitur "Sanggah" bagi yang menemukan ketidaksesuaian data.
Kedua fitur ini sangat berguna untuk membantu pemerintah memutakhirkan data penerima bansos secara partisipatif.
Saluran Penyaluran BPNT: Rekening KKS dan Kantor Pos
Pemerintah menggunakan dua jalur utama untuk menyalurkan BPNT kepada para penerima.
Jalur 1 – Perbankan Himbara
Penyaluran bantuan dilakukan melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN.
KPM yang sudah memiliki kartu KKS dan rekening aktif akan menerima transfer langsung.
Dana dapat ditarik di ATM, agen bank (seperti BRILink atau Agen46), atau langsung digunakan untuk berbelanja di e-Warong yang bekerja sama dengan sistem Electronic Data Capture (EDC).
Bagi KPM yang belum memiliki KKS, dapat mengurusnya di bank penyalur terdekat dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Jalur 2 – PT Pos Indonesia
Di sejumlah wilayah, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) serta bagi lansia non-potensial, penyandang disabilitas berat, eks penderita penyakit kronis, dan komunitas adat terpencil, distribusi bantuan masih dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Penyaluran melalui Pos biasanya dilakukan dengan dua cara: petugas pos datang langsung ke rumah penerima, atau penerima mengambil bantuan di kantor pos terdekat dengan menunjukkan KTP dan KK.
Yang Perlu Diperhatikan Saat Cek Bansos Lewat HP
Agar proses pengecekan berjalan lancar dan data yang diperoleh akurat, perhatikan hal-hal berikut:
-
Pastikan koneksi internet stabil. Gangguan jaringan bisa menyebabkan halaman tidak bisa dimuat atau hasil tidak muncul.
-
Masukkan NIK dengan benar. Kesalahan satu digit saja akan membuat sistem menampilkan "Data Tidak Ditemukan". Periksa kembali NIK di KTP fisik Anda.
-
Pencairan dilakukan secara bertahap. Jika NIK Anda terdaftar sebagai penerima tetapi status belum "cair", itu berarti Anda sedang dalam antrean penyaluran. Cek secara berkala setiap beberapa hari.
-
Gunakan situs atau aplikasi resmi. Hanya
cekbansos.kemensos.go.iddan aplikasi Cek Bansos yang dijamin keamanannya. Jangan pernah memasukkan NIK ke situs tidak resmi atau tautan yang dikirim melalui pesan singkat. -
Waspada penipuan. Tidak ada biaya apapun untuk proses pengecekan bansos. Jangan pernah memberikan PIN ATM, kode OTP, nomor rekening lengkap, atau data pribadi lainnya kepada siapapun yang mengaku petugas bansos, baik melalui telepon, SMS, WhatsApp, maupun datang langsung ke rumah.
Bantuan ini sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama dalam menghadapi tahun ajaran baru sekolah dan kebutuhan pokok rumah tangga.
Dengan kemudahan akses pengecekan melalui ponsel, diharapkan seluruh KPM dapat memantau status bantuan mereka secara mandiri dan tepat waktu.
Segera cek status BPNT Tahap II Anda dari rumah sekarang juga, dan pastikan dana bantuan yang menjadi hak Anda telah masuk.***
Penulis: Tim Redaksi