Linimasa Bulanan Penyaluran TPG
Berdasarkan lampiran Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2026 dan Persesjen Nomor 2 Tahun 2026, jadwal ketat bulanan sebagai berikut:
| Tahapan | Deadline | Keterangan | |
|---|---|---|---|
| Input/pembaruan data Dapodik | Maksimal tanggal 10 | Data satuan administrasi pangkal, beban kerja, NUPTK, status kepegawaian | |
| Sinkronisasi & verifikasi data | Maksimal tanggal 13 | Antara Dapodik dan SIM-TUN oleh Ditjen GTK | |
| Penetapan penerima (SKTP/SKTK) | Maksimal tanggal 15 | Surat Keputusan Tunjangan Profesi diterbitkan oleh Puslapdik | |
| Pengolahan data "Siap Bayar" | Maksimal tanggal 20 | Batas akhir agar masuk dalam kategori siap transfer | |
| Penyaluran dana | Setelah tanggal 20 | Transfer langsung ke rekening masing-masing guru |
Khusus bulan Desember, penyaluran dipercepat menjadi setelah tanggal 15 menyesuaikan jadwal akhir tahun anggaran.
💰 Besaran TPG 2026: ASN vs Non-ASN
Guru ASN (PNS dan PPPK)
Guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara menerima TPG sebesar 1 kali Gaji Pokok per bulan, sesuai dengan golongan ruang dan masa kerja yang tercantum dalam SK terakhir.
Berikut estimasi gaji pokok acuan pencairan TPG:
| Golongan | Kisaran Gaji Pokok (per bulan) |
|---|---|
| Ia | Rp1.685.700 – Rp2.522.600 |
| Ib | Rp1.840.800 – Rp2.670.700 |
| Ic | Rp1.918.700 – Rp2.783.700 |
| Id | Rp1.999.900 – Rp2.901.400 |
| IIa | Rp2.184.000 – Rp3.643.400 |
| IIb | Rp2.385.000 – Rp3.797.500 |
Catatan: Nominal di atas mengacu pada PP Nomor 5 Tahun 2024 sebelum kemungkinan adanya kenaikan gaji pokok di pertengahan 2026 (akan dirapel jika ada perubahan).
Guru Non-ASN
Bagi guru non-ASN (swasta/honorer), besaran TPG dibagi dua kategori:
| Kategori | Besaran TPG per Bulan | |
|---|---|---|
| Sudah memiliki SK Inpassing (penyetaraan) | Setara 1 kali Gaji Pokok PNS sesuai golongan penyetaraan | |
| Belum memiliki SK Inpassing (non-Inpassing) | Rp2.000.000 (datar/flat) |
Pemerintah menganggarkan sekitar Rp11,5 triliun untuk TPG yang akan disalurkan kepada 392.870 guru non-ASN di tahun 2026.
Dibandingkan tahun 2025, anggaran ini mengalami kenaikan sekitar Rp663 miliar.
🔄 Perubahan Signifikan dari Skema Sebelumnya
| Aspek | Sebelum (Permendikdasmen 4/2025) | Setelah (Permendikdasmen 10/2026) | |
|---|---|---|---|
| Pola pencairan | Triwulan (3 bulan sekali) | Setiap bulan (bulanan) | |
| Penyaluran tunjangan khusus | Mengikuti pola triwulan | Bulanan, mengikuti jadwal yang sama | |
| Tamsil (Tambahan Penghasilan) | Mengikuti skema lama | Terintegrasi dalam jadwal bulanan |
✅ Syarat TPG Dapat Cair
Agar TPG dapat disalurkan setiap bulan, guru harus memastikan beberapa syarat terpenuhi:
-
Memiliki sertifikat pendidik (lulus PPG)
-
Terdaftar aktif dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
-
SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) telah terbit – ini adalah syarat mutlak. Jika SKTP belum terbit, proses pencairan dipastikan akan mengalami kemunduran yang signifikan.
-
Data di Dapodik valid (NUPTK, tanggal lahir, status kepegawaian, beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu)
-
Tidak sedang dalam masa cuti di luar tanggungan negara atau pemberhentian sementara
📢 Status Pencairan Terkini (Mei–Juni 2026)
Pencairan TPG bulan Mei 2026 terpantau sudah mulai mendarat mulus di rekening para guru per 29–30 Mei 2026.